Karena kisah Chasing Rainbows yang mengeyahkan hati
Aku berani
maju 10 langkah ke tempatnya berpijak
Setelah tepat
di depannya, dan dia masih sedingin ini.
Aku tak berani
menatap tepat di manik matanya
Yang kulakukan
hanya bersembunyi dan melihat titipanku di genggamannya.
Ah, rasanya
lega.
Dari dulu
aku hanya bisa menunggu, ya hanya itu yang kulakukan
Sampai aku tersadar
karena kisah memburu pelangi itu
Sampai kapanpun
kau tak akan pernah mendapatkan pelangi sekalipun kau memburunya
Sejak kapan
pelangi jadi buruan? Apakah babi hutan sudah punah?
Begitu dengan
kisahku
Sampai
kapanpun juga tak akan ada yang berkembang jika aku terus menerus duduk di sini
bersembunyi dari tatapannya, takkan berkembang jika aku terus menerus ada di
1000 langkah belakangnya
Maka itu,
aku memutuskan menyampaikan surat ini.
Kita sudah
tak mungkin bertemu, aku sudah tak mungkin melihatnya.
Lain lagi
jika Allah mengizinkan kita bertemu, tentu aku takkan menolak.
Aku mulai
menceritakan segala resah risau perasaanku dalam selembar kertas binder
Aku tak
ingin berharap setelah ini dia cari aku, dia tatap aku, dia dekati aku bahkan…. Jangan dibayangkan.
Tapi siapa
sangka beberapa hari kemudian dia bilang padaku bahwa dia sangat salut padaku?
Tapi,
Tau darimana
dia, kalau itu aku?
Aku tahu
bagaimana akhir kisahku ini.
Ya, semunya
telah berakhir sekarang.
Aku bohong
jika aku bilang aku tidak apa-apa.
Senyum yang
sejak tadi merekah karena chat-nya mendadak hilang setelah aku mencerna dan
meresapi maksud kata ‘salut’ dari kalimatnya.
Entahlah.....
Kurasa kalian
tahu bagaimana perasaanku.
Rasa sesak
itu menyergap lagi ke hatiku
Aku yang
bodoh karena masih merasakan ini.
Lidahku kelu
ketika keheningan menyelimuti kami.
Dia orang
baik, aku tau itu.
Dia orang
baik.
Dia orang
baik.
Jangan tanyakan
ada apa dengan suaraku, karena dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki aku
putuskan untuk menahan paraunya suara getar dari mulutku
Jangan tanya
air dari mana yang jatuh di layar smartponeku ini.
Dia orang
baik, pasti akan bersama orang baik juga deh;-)
Aku harap
aku segera melupakan segalanya maksudku tentang teriakan yang tak henti dilontarkan
hati kecilku.
Aku harap
aku bisa segera mengikhlaskan.
Aku harap
itikat baiknya yang ingin menjadi temanku bisa berkomunikasi baik denganku tak membuat pertahananku goyah dan
runtuh lagi.
Aku harap
dia tak melupakanku…
Ugh, ada apa
denganku?
Kalau itu
suka-suka dia, bukan?!
Setelah ini, aku harap aku hanya akan menunggu
pangeran masa depanku menjemput
Dia temanku, Dia orang
baik, dan orang baik itu orang yang aku cintai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.