
Seperti pertemuan singkat antara Hujan dan Pelangi
Mereka tak sadar melukiskan memori singkat yang bahkan tak jarang dilupakan
Menguapkan semburan airmata yang kunjung tak tertahan
Siapa yang membatasi siapa?
Bahkan jarak, waktu dan ruang seakan mereka belah
Hanya tuk sebuah pelukan hangat dan senyuman kecil yang mereka serukan dikala sepi
Dengan segenggam harapan waktu tak cepat berlalu.
Tetesan air Hujan yang semakin jarang menyentakkan lamunan
Sekelebet warna-warni itu kini telah datang
Kesatuan yang memancarkan keindahan Sang Maha Kuasa
Gemuruh teriakan langit tak memudarkan indahnya
Malah menambah kesan alam luar biasa di dalamnya.
Memutar kenangan lama sebelum mereka bertemu di sini, di sebuah cafe kecil
Tempat mereka dulu biasa meluapkan segala emosi
Tak luput mereka saling berbagi
Kisah tak pernah mati antara mereka dan kesayangannya
Perlahan senyum itu merekah indah
Membuat hati merah padam merasakah hangat itu kembali.
Torehan Jingga mendominasi sinar kekilauannya
Awan biru pekat dilapisai kelabu menyingkap tangguh
Perlahan Mentari itu tersenyum sejuk
Seakan berkata selamat tinggal, sebelum cahaya keorange-ainnya memudar
Burung-burung kecil berlarian tak ingin melewati detik-detiknya
Tak ada pelangi jika tak ada hujan
Mereka tak mungkin bersama seperti ini sebelum mereka saling bertemu
Begitu juga kisahku,
Tak akan ku berdiri di sini, duduk manis menunggu dengan secangkir Cappucino
Sambil menatap langit teduh dibalik kaca cafe ini
Pelangi sore ini benar-benar memutar ingatan lama masa kecil
Pelangi, tanpa hujan itu mustahil
Aku tanpa kalian itu kosong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.