Juni 11, 2014

How about Nineteen?

Now I'm Nineteen.
Waktu begitu cepat! Apa yang dapat kulakukan diumurku yang sekarang?
Semua orang menginginkan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi di setiap harapan mereka.

Bukan sesuatu yang istimewa apalagi special untuk diketahui apalagi diingat
Especially thanks for my best leader! Imas Purbasari.
Thanks for bring a smile when I wake up.
Aku sangat paham bahwa saat ini teman-temanku sedang berjuang untuk lolos sbmptn dan fokus belajar, maka dari itu aku ingin bilang..
Semangat! Tolong jangan lupakan makan dan ibadahnya!


Belum berkesannya hari ini sampai ketika ketiga sahabatku datang ke rumah, seperti biasanya mereka datang tiba-tiba dan membawa senyuman di wajah yang telah lama aku rindukan.
Semoga kami selalu bersama dalam suka dan duka.

Akankah lebih indah jika dia memberiku ucapan sepatah dua patah
Bukan berharap, hanya berdoa namun ternyata belum saatnya kesempatan itu datang
Jika ada aku berjanji aku akan sangat senang.

Sebuah doa yang kusampaikan, semoga di tahun ini segala harapan dan tujuan yang ingin kucapai bisa terwujud atas izin Allah. InsyaAllah ingin berusaha memperbaiki bacaan Al-quran untuk bagus dan lebih bagus lagi. untuk membuat suatu prestasi yang membuat senyum di wajah orang tuaku. untuk lebih bersyukur atas segala nikmat Allah swt.
Semoga Allah selalu menjaga hati, perasaan dan pikiranku.

Juni 10, 2014

Tak Akan Menyesal

Tiga tahun bukan waktu yang singkat
Tak terasa semuanya telah berakhir
Kini sudah saatnya aku pergi, pergi ke masa depan

Bersama..
Canda dan tawa takkan sama di masa depan
Kini saatnya kembali ke jalan awal
Denganmu..
Kutemukan dorongan hati

google.com
















Buatku bersemangat dan mengubah pandangku
Kutemukan kilau cahaya dalam hatiku yang lama terpendam
Buatku bertahan dan mengubah jalanku

Takkan menyesal aku mengagumi
Segala rasa yang tumbuh dalam hatiku
Segala perubahan yang aku lakukan
Segala tindakan positif yang ku dapatkan

Takkan menyesal aku menyimpan
Semua rasa yang bersarang di dadaku
Semua kata yang tak sempat aku sampaikan
Semua air mata yang membuatku berdiri sampai saat ini

Takkan menyesal aku mengenal
Aura bersahajanya
Tatapan tajamnya
Tawa dan semangat dirinya

Takkan menyesal aku bersahabat
Dengan kegigihan dan kerja keras
Dengan keuletan dan sikap manis
Dengan sahabat yang menganggapku sahabat terbaiknya

Takkan menyesal aku mencintai
Diriku yang tahu bagaimana cinta tumbuh
Diriku yang tahu bagaimana harus melakukan
Diriku yang tahu bagaimana aku tak mengumbarnya
Diriku yang tahu Allah maha mengetahui segalanya
Takkan kukhawatir tentangmu wahai seseorang di hatiku
Sebab senantiasa telah kukirim kata-kata indah kepada Tuhanku
Menjaga, melindungi dan membisikan kata-kataku di telingamu

Takkan kuberharap kelak kau tahu
Hanya terus berdoa dan memohon kepada Tuhanku
Keyakinanku memantapkan hatiku
Jalan yang diberikan-Nya kelak jauh lebih indah

Takkan menyesal aku memendam perasaanku sampai saat ini
Untuk kau yang kusebut dengan panggilan 'itu'

Tetatp sembunyikan di dalam lubuk hati paling dalam, mengumbar-ngumbar tidak akan menghapuskan kerindukan itu bukan?