Juli 24, 2014

Ke(belum)berhasilan



Aku mengerjap-ngerjap mataku
Bangun di tengah malam ditambah dengan mimpi buruk seperti ini memang tidak menyenangkan sama sekali
Tapi tunggu dulu. Apa benar yang tadi itu hanya mimpi?
Kenapa terasa begitu nyata?
Bukan. Itu bukan sebuah mimpi melainkan nyata
Kenyataan yang menyatakan bahwa aku tidak lolos sbmptn

Aku baik-baik saja

Bohong. Itu bohong. Aku benar-benar tidak baik-baik saja
Segala perasaan buruk bermunculan
Dengan mata yang begitu berat kuhelakan nafas panjang
Airmata yang benar-benar sudah kupersiapkan untukku jatuhkan di dalam hati saja ternyata gagal
Sudah lama memang aku tidak menangis sesegukkan seperti ini
Yang aku khawatirkan bukanlah pada diriku sendiri

Terlebih kepada kedua orang tuaku
Walaupun mereka berkata “Gapapa, dimana aja kamu kuliah itu sama saja”
Tapi jauh di dalam hati mereka pasti mereka kecewa, kan?
Disaat anak-anak teman-teman mereka dengan bangganya masuk ke PTN tapi tidak dengan anaknya
Mereka diam.

Segala upadaya telah aku lakukan namun Tuhan, Allah SWT belum menghendaki
 “Jika Allah telah menghendaki tidak ada sesuatupun yang dapat mengubahnya”

Aku memang tidak mempersiapkan dengan matang, doaku juga masih setengah-setengah
Aku tidak sepintar yang aku pikirkan
Tapi ketika aku mengikutinya benar-benar ada sebongkah harapan dalam hatiku
Kalau-kalau aku bisa di terima PTN

Rasanya lelah dengan diri sendiri
Apa aku berpikir ini begitu mudah?
Rasanya aku ingin berteriak sekeras mungkin
Harapan itu hilang, bayangan itu redup dan segalanya berubah

Sampai aku melihat seberkas cahaya nampak silau seakan keluar dari dalam mata Ayahku…
Aku yakin beliaulah yang paling sakit dari aku
Aku yakin beliaulah yang paling tersiksa melihatku
Tapi mata itu sama sekali tidak menyiratkan segala perasaan sakit
Bahkan mata itu berbinar, memberiku kekuatan untuk menghentikan tangisku
Tidak. Aku bahkan akan terus menangis ketika melihat wajah tenangnya

Dengan teduhnya beliaulah yang mengantarkan aku mengambil harapan demi harapan
Dengan teduhnya beliaulah yang menyiratkan kekhawatiran yang menghujan jantungku
Dengan teduhnya beliaulah yang membangkitkan segala keputusasaanku
“Sabar nak, Allah pasti punya jalan yang terbaik. Allah pasti bantu kamu dikemudian hari. Jangan menjauh, karena Allah udah semakin dekat sama kamu”

Dalam diam tangisku aku meny-iyakannya
"Kadang sebuah pelukan dapat menyalurkan sebuah perasaan si yang dipeluk dengan si pemeluk, walaupun si pemeluk tidka berkata apapun namun sebernarnya si pemeluk tahu betul bagaimana kesedihan si yang dipeluk sehingga perasaan apapun si yang dipeluk sedikit meredam"

Aku memang membutuhkan segala hal yang menguatkan aku
Aku memang membutuhkan segala hal yang membangunkan aku
“Kau akan langsung menangis ketika kau merasa harus menangis saat melihat orang yang begitu menyentuh hatimu, baik –kakak –adik –saudaramu –teman karena kamu mungkin hanya nyaman menangis di depannya”
Sampai aku bertemu dengan orang-orang terdekatku
Ya. Mereka saudara-saudaraku
“Kalau tujuan kamu Sarjana. Dimanapun kamu mau kuliah kamu bisa ambil gelar itu”

“Tunjukin kamu bisa berkembang di tempat kuliah kamu. Supaya tempat kuliah lain nyesel gak nerima kamu”

“Lakukan apapun yang udah jadi jalan Allah dengan ikhlas dan senang hati, niscaya Allah beri kemudahan”

“Mulai saat ini gue gak akan bilang ‘Semangat!’ tapi gue akan bilang ‘Halo! Kenalin, gue semangat lu. Gue akan terus tunggu lu di depan. Lo harus kejar gue dan semakin maju ke depan’”

Seperti itulah benih-benih harapan mulai tumbuh di dalam hati dan pikiranku
Aku akan berusaha ikhlas dan senang hati
Aku yakin benar, bahwa Allah melihat Allah mendengar Allah mengetahui apa yang tidak aku ketahui

Jadi aku hanya perlu bersabar
Karena Allah akan balas segala doa dan permintaanku kelak
Jadi aku hanya akan melakukan dengan senang hati dan terus mengingat Allah dalam setiap senyum dan langkahku

Kelak aku hanya akan menangis ketika mengingat bagaimana Allah sangat memperhatikan aku
Aku akan menangis mengingat bagaimana Allah mengabulkan segala doaku
Aku akan menangis mengingat bagaimana Allah memberikan yang terbaik untuk hidupku di kemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.